Dia
Degub
kencang membelenggu hatiku
Pertemuan
yang tak bisa kulupakan
Tubuhku diam
sendiri
Entah apa
yang kurasakan
Kubercerita
dalam hening di malam sepi
Sejak
kumelihat ada sang rembulan di matamu
Sejak
pertemuan itu
Ataukah ini
suatu pertanda
Akulah
patung
Diam kaku
ketika melihatmu
Jika dada
rasa angin berjalan kencang
Dan jam
dinding yang berdetak kencang
Teka teki
terus muncul
Ataukah
hanya sebuah lelucon
Menunggu
sebuah kepastian
Ataukah
kumulai menyadari
Bahwa aku
mulai jatuh cinta pada dia?
Karya: Yuni
Khoirul Fatimah
Sepi
Kubercerita
Di dalam
sang rembulan
Di malam
sepi
Maaf
Dulu
sekarang
Masih
kumengingatnya
Maafkan daku
Hujan
Begitu indah
Kau memberi
tangisan
Juga bahagia
Laut
Deras
ombakmu
Menghantam
karang laut
Sepanjang
pantai
Warna
Banyak
bentukmu
Yang
menghiasi gambar
Sungguh
menawan
Musik
Alunan lagu
Terdengar di
manapun
Banyak
jenismu
Merah Putih
Itu namanya
Bendera
Indonesia
Tetap dijaga
Lelah
Kumenunggumu
Lama tapi
tak pasti
Daku pun
lelah
Uang
Bentukmu
kecil
Terbuat dari
kertas
Namun
berharga
Desa
Menghirup
alam
Indah nan
pemandangan
Pergi ke
desa
Kertas putih
Tidak
bernoda
Begitu polos
suci
Layaknya
bayi
Bunga
Wangi baunya
Ingin
kupetik bunga
Indah
warnanya
Ayah
Sedikit
bicara
Dan seorang
pahlawan
Dalam hidupku
Burung Merpati
Burung
Merpati
Menguliti
rembulan
Dalam
peluknya
Luka
Teramat
sakit
Begitu dalam
luka
Menusuk hati
Karya: Yuni Khoirul Fatimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar