Senin, 24 April 2017

Puisi

Dia

Degub kencang membelenggu hatiku
Pertemuan yang tak bisa kulupakan
Tubuhku diam sendiri
Entah apa yang kurasakan

Kubercerita dalam hening di malam sepi
Sejak kumelihat ada sang rembulan di matamu
Sejak pertemuan itu
Ataukah ini suatu pertanda

Akulah patung
Diam kaku ketika melihatmu
Jika dada rasa angin berjalan kencang
Dan jam dinding yang berdetak kencang

Teka teki terus muncul
Ataukah hanya sebuah lelucon
Menunggu sebuah kepastian

Ataukah kumulai menyadari
Bahwa aku mulai jatuh cinta pada dia?

                          Karya: Yuni Khoirul Fatimah


 Puisi Haiku:

Sepi

Kubercerita
Di dalam sang rembulan
Di malam sepi

Maaf

Dulu sekarang
Masih kumengingatnya
Maafkan daku

Hujan

Begitu indah
Kau memberi tangisan
Juga bahagia

Laut

Deras ombakmu
Menghantam karang laut
Sepanjang pantai

Warna

Banyak bentukmu
Yang menghiasi gambar
Sungguh menawan

Musik

Alunan lagu
Terdengar di manapun
Banyak jenismu

Merah Putih

Itu namanya
Bendera Indonesia
Tetap dijaga

Lelah

Kumenunggumu
Lama tapi tak pasti
Daku pun lelah

Uang

Bentukmu kecil
Terbuat dari kertas
Namun berharga

Desa

Menghirup alam
Indah nan pemandangan
Pergi ke desa

Kertas putih

Tidak bernoda
Begitu polos suci
Layaknya bayi

Bunga

Wangi baunya
Ingin kupetik bunga
Indah warnanya

Ayah
Sedikit bicara
Dan seorang pahlawan
Dalam hidupku

Burung Merpati

Burung Merpati
Menguliti rembulan
Dalam peluknya

Luka

Teramat sakit
Begitu dalam luka
Menusuk hati

  Karya: Yuni Khoirul Fatimah